RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kinerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) Arga Makmur, dalam menjalankan program pemerintah patut di acungi jempol. Bagaimana tidak, hingga bulan Juli 2019 ini, pihak Bank BRI Arga Makmur sudah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 8 ribu lebih nasabah.
Dengan rincian dana, untuk tahun 2019 semester I ini mencapai Rp. 65 Milyar dari 110 Milyar yang ditargetkan. Hal ini diakui oleh Pimpinan Cabang BRI Arga Makmur Muannas, kepada awak media di ruang kerjanya.
“Alhamdulillah, hingga saat ini penyaluran dana KUR kita sudha mencapai 8 Ribu nasabah, dan untuk tahun 2019 kita sudha melampaui target,” ujarnya.
Muannas pun menjelaskan, semester pertama ditahun 2019, untuk penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai 55 persen dalam program KUR baik untuk KUR usaha Mikro dan KUR usaha kecil.
Dimana untuk tahun ini, pihak Bank BRI cabang Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara (BU) ditargetkan penyaluran dana KUR tersebut sebesar Rp 110 Milyar dan target di satu semester Rp 55 Miliyar. Sementara penyaluran disemester pertama tahun ini, penyalurannya sudah diangka Rp 65 Milyar.
“Ya untuk target di semester pertama ini, mulai Januari hingga Juni penyalurannya sudah mencapai Rp 65 Miliyar, jadi sudah terlampaui 118 persen, untuk target disemester pertama kemarin,” kata Muannas.
Dalam kesempatan tersebut, Muannas juga menjelaskan, dimana untuk KUR Mikro disalurkan melalui BRI unit, dimana BRI unit berjumlah 7 unit yang tersebar di Kabupate BU. Sementara, KUR kecil yang menyalurkan BRI cabang. Untuk Plafonnya KUR Mikro sampai dengan Rp 25 juta, sedangkan untuk KUR kecil sampai dengan Rp 500 juta.
“Untuk KUR Mikro penyalurnya BRI Unit, sedangkan untuk KUR Kecil penyaluran langsung dari Kantor Cabang,” jelasnya.
Sisa KUR Mencapai Rp. 136 Milyar
Lebih lanjut, Muannas menuturkan, plafon yang sudah disalurkan Rp. 218,8 Milyar. Sementara itu, diposisi bulan Juni plafonnya yang sudah disalurkan dan juga ada dibayar untuk pengembalian, hingga saat ini sisanya KUR ini berjumlah Rp 136 Miliyar.
“Dari 8 ribuan nasabah KUR terdiri dari 7.724 nasabah KUR Mikro, sedangkan 276 nasabah KUR kecil berjumlah 276 nasabah,” tandasnya.
Disinggung seperti apa, penyaluran KUR terhadap kelompok usaha tani atau pun usaha mikro. Muannas pun membeberkan, bahwa sejauh ini untuk penyaluran kepada kelompok, itu hanya 0,3 persen saja.
Mengingat, saat ini kelompok usaha yang ada di Bengkulu Utara, cenderung mengajukan pihnajaman modal secara individu. Hal ini dinilai lebih mudah, ketimbang atas nama kelompok yang mewajibkan memenuhi beberapa syarat yang mutlak untuk dipenuhi.
“Penyaluran KUR ke kelompok usaha kecil, sangat kecil sekali. Karena kebanyakan, manggota kelompok lebih memilih mengajukan pinjaman secara individu. Karena prosesnya yang lebih mudah, ketimbang mengajukan menggunakan nama kelompok,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi

